Bearing Motor Rusak? Ini Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Agustus 10, 2026

Motor Overload: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasinya

Agustus 14, 2026

Bearing Motor Rusak? Ini Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Agustus 10, 2026

Motor Overload: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasinya

Agustus 14, 2026

2 Inverter dengan 3 Potensio Menggunakan Master Volume (Setting VFD)

Saat menjalankan dua motor dengan inverter secara bersamaan, salah satu tantangan terbesar adalah menjaga kecepatan keduanya tetap sinkron, sambil tetap punya ruang untuk penyesuaian kecil di masing-masing sisi. Di sinilah konfigurasi 2 inverter dengan 3 potensio menggunakan master volume berperan.

Setup ini memungkinkan satu potensio utama (master) mengatur kecepatan keseluruhan sistem, sementara dua potensio tambahan berfungsi sebagai trim individual untuk masing-masing inverter. Cocok untuk aplikasi seperti conveyor ganda, line produksi yang perlu sinkronisasi, atau sistem dengan beban yang tidak identik di kedua sisi.

Ada lebih dari satu cara untuk mewiring sistem ini. Artikel ini akan membahas cara kerja, dua metode wiring yang bisa digunakan beserta perbandingan range frekuensinya, langkah instalasi, hingga kesalahan yang paling sering terjadi saat setting sistem ini.

Apa Itu Sistem Master Volume pada Inverter?

Master volume adalah metode pengaturan kecepatan di mana satu potensio (disebut “Master”) mengirim sinyal referensi tegangan yang sama ke dua inverter sekaligus. Setiap inverter kemudian punya potensio tambahan (slave) yang terhubung ke titik referensi yang sama, memungkinkan operator melakukan trim halus tanpa mengganggu setting inverter yang lain.

Dengan kata lain: putar potensio Master, kecepatan kedua motor naik/turun bersamaan. Putar potensio slave di salah satu inverter, hanya kecepatan motor itu yang berubah sedikit  tanpa memutus sinkronisasi keseluruhan sistem.

Sistem ini umum dipakai pada:

  • Conveyor ganda yang harus berjalan dengan kecepatan linear yang sama
  • Line produksi dengan dua motor penggerak berbeban beda
  • Aplikasi yang membutuhkan fine-tuning tanpa membongkar ulang parameter inverter

Metode 1: Slave Terhubung ke Rail +10V Bersama

Untuk video tutorialnya bisa dilihat pada link berikut: Link Video 

Pada metode ini, kedua potensio slave mengambil suplai langsung dari rail +10V bersama, sementara potensio Master menyisipkan diri di jalur common/return yang menghubungkan kedua slave.

  1. Rail +10V bersama : Terminal +10V dari Inverter 1 dan Inverter 2 dihubungkan menjadi satu jalur, dan jalur ini juga memberi suplai ke salah satu kaki potensio Master.
  2. Potensio Master : Diletakkan di tengah, satu kakinya terhubung ke rail +10V bersama, kaki lainnya terhubung ke jalur return/common yang mengarah ke kedua potensio slave.
  3. Potensio slave (satu per inverter) : Wiper (kaki tengah) dari masing-masing potensio slave dihubungkan ke terminal AI1 inverter yang bersangkutan. Satu kaki lainnya ke GND inverter tersebut, dan kaki satunya lagi ke jalur common dari Master.
  4. Hasil akhir : Wiper Master menentukan level kecepatan dasar untuk kedua inverter secara bersamaan. Wiper slave di masing-masing inverter memungkinkan trim independen di atas level dasar tersebut.
Komponen Terhubung ke Fungsi
Potensio Master Rail +10V bersama + jalur common Mengatur kecepatan dasar kedua inverter
Potensio Slave (Inverter 1) AI1 & GND Inverter 1 + jalur common Trim kecepatan Inverter 1
Potensio Slave (Inverter 2) AI1 & GND Inverter 2 + jalur common Trim kecepatan Inverter 2

Pada wiring ini, range Master mencakup sekitar 20–50 Hz, dan slave punya ruang trim yang cukup lebar (lebih dari 3 Hz) di masing-masing inverter.

Metode 2: Slave Terhubung ke Output Master

Untuk video tutorialnya bisa dilihat pada link berikut: Link Video 

Metode kedua menyusun wiring secara berjenjang, potensio Master menerima suplai penuh dari rail +10V dan GND bersama, lalu output (wiper) dari Master itu sendiri yang menjadi sumber sinyal untuk kedua potensio slave, bukan rail +10V langsung.

  1. Rail +10V dan GND bersama ke Master : Terminal +10V dari kedua inverter disatukan dan terhubung ke satu kaki potensio Master. Terminal GND dari kedua inverter juga disatukan dan terhubung ke kaki satunya dari potensio Master. Dengan begitu, Master mendapat pembagi tegangan penuh dari +10V ke GND.
  2. Output Master ke slave : Wiper (output) potensio Master disebar lewat satu jalur ke kedua potensio slave, menjadi sumber sinyal bagi keduanya — bukan langsung dari rail +10V.
  3. Potensio slave (satu per inverter) : Wiper masing-masing slave terhubung ke AI1 inverter yang bersangkutan, sementara satu kakinya menerima sinyal dari output Master.
  4. Hasil akhir : Karena slave kini “menumpang” di atas sinyal yang sudah dibentuk oleh Master, ruang gerak slave menjadi lebih sempit — trim yang dihasilkan hanya berkisar di sekitar 3 Hz, jauh lebih kecil dibanding Metode 1.
Komponen Terhubung ke Fungsi
Potensio Master Rail +10V & GND bersama Membentuk sinyal dasar untuk seluruh sistem, range penuh 0–50 Hz
Potensio Slave (Inverter 1) AI1 Inverter 1 + output Master Trim halus (± sekitar 3 Hz) untuk Inverter 1
Potensio Slave (Inverter 2) AI1 Inverter 2 + output Master Trim halus (± sekitar 3 Hz) untuk Inverter 2

Pada wiring ini, range Master mencakup 0–50 Hz (lebih lebar dari Metode 1), namun ruang trim di potensio slave jauh lebih sempit karena slave hanya menyesuaikan di sekitar titik yang sudah ditentukan Master.

Metode 1 vs Metode 2: Mana yang Sebaiknya Dipakai?

Aspek Metode 1 Metode 2
Sumber slave Rail +10V bersama Output (wiper) potensio Master
Range Master ±20–50 Hz 0–50 Hz
Ruang trim slave Lebih dari 3 Hz Sekitar 3 Hz
Cocok untuk Aplikasi yang butuh trim individual lebih besar di tiap inverter Aplikasi yang butuh range kecepatan penuh dari 0 Hz namun trim halus saja

Pilih Metode 1 jika kedua motor punya perbedaan beban atau rasio yang cukup signifikan sehingga butuh ruang trim lebih besar. Pilih Metode 2 jika aplikasi Anda butuh kontrol kecepatan dari 0 Hz (misalnya proses start pelan) dan trim antar motor hanya untuk penyesuaian kecil/presisi.

Langkah Setting Parameter Inverter

Setelah wiring fisik selesai, parameter di masing-masing inverter perlu disesuaikan agar sinyal analog dari AI1 terbaca dengan benar sebagai referensi kecepatan.

  1. Set sumber referensi kecepatan (frequency source) ke AI1 (analog input 1) pada kedua inverter.
  2. Pastikan range tegangan AI1 sesuai dengan output potensio (umumnya 0–10V).
  3. Lakukan kalibrasi minimum dan maksimum frekuensi sesuai kebutuhan aplikasi (misalnya 0V = 0 Hz, 10V = 50 Hz).
  4. Uji potensio Master terlebih dahulu, pastikan kedua inverter merespons secara bersamaan dan proporsional.
  5. Uji potensio slave satu per satu, pastikan hanya inverter yang bersangkutan yang berubah kecepatannya.
  6. Catat posisi netral/tengah dari masing-masing potensio slave sebagai baseline setelah kalibrasi awal.

Kesalahan Umum yang Sering Terjadi

  • Salah polaritas GND : Menyambungkan GND slave ke rail yang salah dapat menyebabkan pembacaan AI1 tidak stabil atau drifting.
  • Tidak set frequency source ke AI1 : Wiring sudah benar tapi inverter tetap tidak merespons potensio karena parameter sumber referensi masih di setting default (misalnya digital/keypad).
  • Rail +10V terbebani berlebihan : Menyambungkan terlalu banyak potensio ke satu rail +10V tanpa memperhatikan spesifikasi arus inverter dapat menyebabkan tegangan referensi drop dan pembacaan tidak akurat.
  • Lupa kalibrasi ulang setelah wiring : Setiap inverter perlu dikalibrasi min/max secara independen meskipun menggunakan sumber referensi yang sama.
  • Tidak menandai kabel : Pada sistem dengan banyak kabel sinyal kecil (AI1, GND, +10V x2), tidak memberi label kabel sering menyebabkan kesalahan saat maintenance di kemudian hari.

Kapan Sistem Ini Cocok Digunakan?

Sistem master volume dengan 3 potensio ini paling cocok untuk:

  • Dua motor yang harus bergerak sinkron namun punya beban atau rasio gear yang sedikit berbeda
  • Aplikasi yang butuh penyesuaian cepat tanpa masuk ke parameter digital inverter
  • Line produksi yang dioperasikan manual oleh operator di lapangan, bukan lewat PLC/HMI

FAQ

Apakah sistem ini bisa digunakan untuk lebih dari 2 inverter? Bisa, secara prinsip Anda tinggal menambahkan potensio slave untuk setiap inverter tambahan, selama rail +10V mampu menyuplai arus untuk semua potensio yang terhubung.

Apakah potensio Master harus ditempatkan di tengah secara fisik? Tidak harus. Penempatan “di tengah” pada diagram hanya menggambarkan posisi logis dalam wiring, bukan posisi fisik di panel.

Apa yang terjadi jika potensio slave rusak? Inverter yang bersangkutan biasanya akan menerima sinyal referensi dari Master saja (tergantung wiring), atau pembacaan AI1 menjadi tidak stabil. Segera ganti potensio yang rusak untuk menghindari kecepatan motor yang tidak terkontrol.

Apakah metode ini berlaku untuk semua merek inverter? Prinsip wiring dan referensi analog 0–10V ini umum berlaku di sebagian besar inverter, termasuk LiteON VFD dan HNC Electric VFD. Namun penamaan parameter (frequency source) bisa berbeda antar merek, jadi selalu cek manual inverter yang digunakan.

Metode 1 atau Metode 2 yang lebih baik? Tergantung kebutuhan aplikasi. Metode 1 memberi ruang trim slave yang lebih besar sehingga cocok untuk motor dengan perbedaan beban signifikan. Metode 2 memberi range Master yang lebih lebar (0–50 Hz) namun trim slave lebih terbatas, cocok untuk aplikasi yang butuh start dari kecepatan nol dengan penyesuaian halus saja. 

 

Butuh bantuan memilih atau setting inverter untuk aplikasi sinkronisasi motor ganda Anda?

Hubungi PT Ispratama Mekanindo Jaya untuk konsultasi teknis dan rekomendasi produk yang sesuai kebutuhan Anda.

 

Related Articles:

Related Products:

Engineering Tools:

Comments are closed.